Thursday, July 31, 2008

Belajar dari Po

PO melompat. Hiat-hiat. Terbang. Melayang. Tendangan kaki kiri kanan mengenai musuh-musuhnya. Jubah panjang menutupi tubuh tambun berbulu tebal itu berkibar-kibar. Hia...hia. Melompat tinggi lalu menerjang. Semua lawan takluk. Po, si pendekar kung fu sedang beraksi. Tiba-tiba....gubrak. Bunyi bak gundukan besar jatuh menyadarkan. Ternyata Po. Dia jatuh dari tempat tidur. Rupanya Po baru saja bermimpi menjadi pendekar kung fu. He he he....

PO, seekor panda gemuk yang ceroboh. Dia kerap bangun siang. Karena bermimpi menjadi pendekar kung fu, dia jadi malas membantu ibunya berjualan mie. Padahal, usaha mie itu sudah bisnis turun menurun keluarga itu. Po sangat mengidolakan Furious Five. Mereka ini Tigress, Crane, Mantis, Viper dan Monkey, lima pendekar karate terkenal seantero China.

Saat itu, di negeri China sedang berlangsung penentuan yang akan dinobatkan menjadi pendekar naga, buat melawan, Tai Lung. Si Leopard sakti ini diramalkan kabur dari penjara.

Tai Lung sebenarnya murid kesayangan Master Shifu. Bahkan, seperti anak sendiri. Dia dimanja, apapun keinginan dituruti. Tai Lung begitu bernafsu menjadi pendekar naga, hingga dia rela melakukan apapun. Tai Lung murid yang cerdas. Cepat menguasai jurus-jurus. Tai Lung tumbuh menjadi sosok sombong dan angkuh serta jahat. Kekuatan dan kepintaran membuat kejahatannya menjadi sempurna.

Master Shifu sangat bersedih hati sampai tak pernah tertawa sejak Tai Lung di penjara. Dia juga sedih mengapa bisa menciptakan pendekar kuat tapi berhati jahat.

Film ini penuh aksi kocak Po, yang secara kebetulan terpilih penjadi pendekar naga. Po tidak memiliki kemampuan kung fu sama sekali, awalnya. Hanya berbekal mimpi-mimpi. Namun, Po, panda yang baik.

Master Shifu melatih. Sulit sekali Po menguasai kung fu. Sang guru hampir putus asa. Namun Po berkeinginan kuat. Akhirnya berhasil. Tai Lung pun lolos dari penjagaan penjara super ketat. Ancaman mengintai warga China.

Film yang dibintangi nama-nama besar seperti Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jackie Chan, Lucy Liu, dan Ian McShane ini laku keras ketika ditayangkan.

Apa yang diambil dari film ini selain kekocakan Po? Aku menarik pelajaran dari sini. Meskipun pintar, meskipun berbakat, janganlah menjadi orang sombong. Jangan menjadi angkuh, seenaknya sendiri. Jika angkuh, menganggap oranglain lebih rendah, tinggal menunggu keruntuhan. Tinggal menanti kehancuran. Menanti kematian. Keangkuhan akan membunuhmu!

Seperti Tai Lung yang kalah di tangan Po. Seorang panda biasa-biasa saja. Namun dia bisa berpikir, dia mempunyai hati. Po bisa menjadi pendekar naga yang kuat dan bijak.

Semoga dalam dunia nyata, bisa banyak seperti Po. Bisa berperan seperti Po. Bakat bisa diasah. Keterampilan bisa dicipta.

Bagi para pemimpin, pekakanlah hati dan pikiran. Janganlah mencipta sosok-sosok baru Tai Lung. Jangan sampai mengulangi kesalahan Master Shifu.

No comments: